Waspada Jadi Korban, Teliti Memilih Kredit Online

Suka tidak suka, adanya penawaran pinjaman online juga seolah membuka jalan untuk kemudahan berhutang. Jika sebelumnya sudah rutin menggunakan Kredit Tanpa Agunan (KTA), kartu kredit dan pinjaman uang di bank, biasanya akan tergiur dengan promosi yang satu tahun terakhir mulai menjamur dan ditawarkan kepada masyarakat. Ada yang melalui SMS atau pesan singkat, iklan di aplikasi Android sampai muncul sebagai pop-up ketika asik berselancar di dunia maya.

Pinjaman Online

Dengan iming-iming suku bunga yang rendah, cepat dan mudahnya proses pengajuan, hingga syarat yang tergolong mudah. Semua itu menjadi hal yang mendorong masyarakat untuk mengikuti hasrat konsumtifnya dalam memenuhi kebutuhan tersier. 

Meskipun banyak kemudahan yang ditawarkan dan diiming-imingi kemudahan oleh perusahaan penyedia jasa pinjaman, seharusnya nasabah dapat mengukur tingkat kebutuhan dari pengajuan kredit. Apakah memang sangat memerlukan dana segar dalam waktu singkat? Apakah sanggup membayar sebelum jatuh tempo? Apakah tidak takut dengan risiko penyalahgunaan data nasabah? Bukan apa-apa, namun saking sering atau terbiasanya dengan gaya hidup yang menggampangkan kredit, justru risiko tersebut tidak lagi dianggap penting dan hanya angin lalu. Padahal jika tidak diperhatikan malah akan menjadi senjata makan tuan yang berujung pada kerugian besar bagi kondisi finansial di masa depan. Bayangkan jika sisa angsuran masih panjang dan kemampuan finansial mulai tidak stabil karena tidak lagi bekerja, misalnya?

Yang harus diketahui, tak semua perusahaan penyedia layanan kredit atau pinjaman online benar-benar menyetujui besaran yang anda ajukan. Misalnya anda ajukan 20 juta Rupiah dengan jangka waktu tertentu, masih akan ada biaya administrasi dan lain-lain yang dibebankan pada besaran pinjaman yang disetujui. Belum lagi jika ternyata perusahaan menyalahgunakan data pribadi nasabah untuk hal-hal yang di luar kesepakatan. Atau yang lebih parah lagi jika angsuran yang kita bayarkan dianggap belum dilaksanakan sehingga menjadi pembenaran bagi perusahaan tersebut untuk menagih. Yang menjadi masalah, banyak keluhan terkait cara penagihan dari perusahaan pinjama online yang tidak sopan bahkan terkesan kasar seperti halnya debt collector. Sudah siap menerima cara penagihan yang seperti ini bertahun-tahun yang akan datang? 

Hal-hal semacam ini seringkali lepas dari perhatian calon nasabah. Kemudahan-kemudahan semu yang ditawarkan seolah menjadi pembenaran untuk dapat mengajukan pinjaman dengan berbagai besaran juga alasan yang digunakan. Jika dipikir-pikir, tidak semuanya merupakan kebutuhan. Seringkali ada ego pribadi yang melatarbelakangi pengambilan kredit, baik berupa barang ataupun uang tunai.

Jika anda jeli menelusuri, rata-rata perusahaan penyedia jasa pinjaman berbasis aplikasi atau yang oleh para ekonom disebut fintech, justru tidak memiliki kekuatan hukum yang jelas seperti bank atau lembaga keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tidak menutup kemungkinan, jika perusahaan fintech yang anda lirik karena gencarnya promosi di nomor pribadi, justru tidak berizin. Bisa jadi yang bersangkutan juga terlibat dalam investasi bodong, yang menghimpun dana dari beberapa pihak untuk kemudian diputar guna keperluan operasionalnya, seperti memberikan pinjaman kepada nasabah yang ada. 

Sebagai calon nasabah, kita tentunya harus benar-benar teliti terkait masalah ini. Cari informasi terkait perusahaan yang ingin kita gunakan layanannya. Gali dengan benar data-data kontak perusahaan, dari nomor telepon hingga legalitasnya. Salah satu cara paling mudah adalah dengan melihat komentar yang ditinggalkan oleh nasabah sebelumnya yang dapat menjadi acuan sebelum memutuskan menggunakan jasanya. Jika banyak komentar buruk, lebih baik tinggalkan sebelum kita menjadi pihak yang dirugikan. 

Cara lain yang dapat digunakan adalah dengan mengecek informasi perusahaan bersangkutan di situs pencarian. Biasanya ada beberapa review atau ulasan yang diberikan di beberapa blog pribadi yang pemiliknya pernah menjadi nasabah pinjaman online. Dari situ kita bisa melihat dan mencari tahu dengan jelas apa saja keunggulan dan bagaimana pengalamannya menggunakan jasa tersebut. Tentunya juga jangan lupa melakukan pengecekan legalitas dari perusahaan yang bersangkutan di situs resmi OJK RI untuk memastikan apakah layanan kredit yang kita ingin ikuti atau gunakan sudah legal dan diawasi oleh pemerintah.

Meskipun terkesan sepele, bukan berarti dapat dianggap tidak penting dan diabaikan. Namun tentunya juga harus mampu mengendalikan hasrat ingin memanfaatkan layanan tersebut dengan memilah dan memilih kembali kebutuhan yang ingin dipenuhi. Jangan sampai karena ingin memenuhi kebutuhan tersier, seperti jalan-jalan atau beli gadget, kita rela berhutang dan mengeyampingkan kebutuhan utama yang seharusnya menjadi perhatian. 

Nah, jika anda sudah memastikan kebutuhan utama apa saja yang diperlukan namun memerlukan dana yang tidak sedikit, misalnya rumah dan kendaraan bermotor, saatnya pilih penyedia layana pinjaman online yang tepat. Berdasarkan situs https://www.cekaja.com/kredit/pinjaman-online, ada beberapa jenis produk yang ditawarkannya dan memiliki informasi lengkap yang bisa jadi acuan bagi calon nasabah. Bahkan beberapa komentar dari nasabah sebelumnya juga cukup bagus. Apalagi kita bisa memanfaatkan kalkulator KPR dan KTA yang ada di lamannya, untuk menghitung seberapa besar angsuran yang harus ditanggung jika kita ingin mengajukan pinjaman dengan besaran tertentu. Tentunya harus gali informasi sebelum memilih, jangan sampai salah pilih dan kita jadi korban.

Posting Komentar

0 Komentar