Abah Harun, Pahlawan Pertanian dari Kampung Malaganti

Arum Kurnia atau yang akrab disapa dengan panggilan Abah Harun, merupakan sosok yang berjasa bagi warga desa di kaki Gunung Galunggung. Tanpa kerja keras Abah Harun, sawah di desa sekitar Gunung Galunggung, tak akan bisa teraliri air dengan baik. Hasil jerih payah kakek yang tahun ini genap berusia 89 tahun, merupakan warisan yang tak ternilai bagi generasi muda. 

Abah Harun

Cadasnya Bebatuan Gunung Galunggung Tak Surutkan Niatnya 
Bagi masyarakat yang tinggal di kaki Gunung Galunggung, khususnya Kampung Malaganti, Desa Sukaharja, Abah Harun merupakan pahlawan yang tak terkira jasanya. Berkat kegigihannya mencangkul kerasnya tanah dan memecah batuan cadas Gunung Galunggung, air dari gunung tersebut bisa mengairi ratusan hektar sawah warga. Saat ini, sudah ada tiga saluran air di sana. 

Kegiatan membuka saluran air ini dilakukan Abah Harun sejak tahun 1962 silam. Saat itu, warga sekitar menganggap ia kurang waras, karena ia ingin membuat saluran air, namun sendirinya tak punya sawah untuk diairi. Namun, cemoohan tak serta merta membuat Abah Harun menghentikan kegiatannya, ia tetap giat membuat saluran air tanpa memungut sepeser pun dana. 

Perjalanannya membuat saluran air dari Gunung Galunggung ini bukannya tak berbahaya. Ia pernah nyaris tewas tertimbun longsor, karena menggali terowongan untuk saluran air. Walau nyawanya bisa diselamatkan, namun ia harus kehilangan sahabatnya karena insiden itu. Kematian sahabatnya ini, malah menjadikan tekadnya semakin bulat untuk mewujudkan saluran air tersebut. 

Perjuangan Abah Harun yang tak kenal lelah ini, akhirnya menggerakkan hati warga sekitar. Bersama-sama di bawah payung Paguyuban Cinila Sariwangi, mereka membuat saluran air dengan perkiraan 6 kilometer untuk mengairi Sungai Cinila. Hingga saat ini, tersedia tiga saluran air menuju Sungai Ciparay, Leuwi Anyar, dan Cinila, yang bisa mengairi sekitar 500 hektar sawah. 

Usia Tak Menghalangi Abah Harun untuk Mengabdi
Abah Harun membuktikan bahwa usia bukan menjadi halangan baginya untuk bisa meninggalkan kebaikan bagi banyak orang. Walau ia sendiri tak memiliki sawah untuk diairi, ia mau mengorbankan waktu dan tenaganya bagi kepentingan orang banyak. Motivasinya melakukan semua hal ini hanya satu, agar nantinya anak cucu bisa menikmati hasil dari peninggalannya ini. 

Melihat dedikasi yang dilakukan oleh Abah Harun bagi masyarakat sekitar desanya, sangat pantas baginya mendapat apresiasi atas hasil kerja kerasnya tersebut. Oleh karena itu, tak salah kiranya jika ia diberikan kesempatan menjalankan ibadah umroh, yang dipersembahkan oleh program berlipatnya berkah dari Allianz. 

Selain memberikan apresiasi bagi tokoh sederhana yang menginspirasi, Allianz juga memiliki fitur asuransi wakaf yang memungkinkan Anda membantu orang yang kekurangan. Asuransi wakaf Allianz dikelola sebaik mungkin, agar wakaf yang dikemas dalam bentuk asuransi berguna bagi masyarakat banyak, seperti Abah Harun. Pahala Anda pun tak akan terputus hingga akhirat kelak. 

Posting Komentar

0 Komentar