Terbukti Berkualitas, Tembakau Hitam Ciamis Tembus Singapura

Tembakau Hitam

Indonesia nyatanya adalah sebuah negara, yang memiliki begitu banyak rempah atau bahan alam yang sangat berkualitas. Jika dikelola dengan baik, maka bisa jadi Indonesia menjadi negara pengekspor terbaik di dunia. Coba saja kita beralih ke Ciamis, dimana produknya berhasil tembus ke pasar Internasional. Usaha tembakau hitam Ciamis ini, mampu sukses dengan tersebar di beberapa wilayah Indonesia bahkan mencapai Singapura. 

Tembakau Hitam Kabupaten Ciamis Mencapai Luar Negeri 
Tentu merupakan sebuah kebanggan bagi Indonesia, jika terdapat produk dalam negeri yang mencapai pasar luar negeri. Usaha tembakau hitam yang berasal dari wilayah Kabupaten Ciamis, membuktikkan kesuksesannya dengan pencapaiannya yang diserap pasar Singapura. Nyatanya perjalanan usaha tembakau hitam ini berjalan secara bertahap mulai dari Sumedang dan Garut, kemudian ke Kota Padang sebelum berakhir di Singapura. 

Tembakau hitam basah diberikan harga Rp 2 ribu perkilogramnya, ketika dikirimkan ke pengepul asal Sumedang dan Garut. Pada dua tempat tersebut, tembakau hitam ciamis ini akan diolah dan dikeringkan. Sedangkan ketika sampai di Singapura, harga perkilonya bisa melonjak dengan drastis. Untuk satu kilogramnya saja, bisa mencapai Rp 50 ribu rupiah. 

Dilansir dari harapanrakyat.com, pemilik perkebunan tembakau dari Pamarican telah tiga tahun berhubungan, dengan jaringan pemasar tembakau hitam untuk kebutuhan ekspor menuju Singapura. Ketua Asosiasi Petani Tembakau Ciamis pun, mengatakan bahwa padang pun sudah memiliki tradisi dalam mengolah tembakau sejak lama. 

Bahkan para pembeli dari Padang yang membeli pasokan tembakau hitam Ciamis pun, telah berada di Garut dan Sumedang untuk langsung turun membantu pengolahan tembakau basah yang dikirimkan disana. Dalam sekali panen, Tarya selaku Ketua Asosiasi Petani Tembakau Ciamis mampu mengirim 1,8 ton tembakau basah. 

Sesuai dengan ketentuan awal, harga untuk satu kilogramnya adalah Rp 2 ribu rupiah saja. Jika diantar langsung dari Ciamis ke Garut atau Sumedang, maka harganya hanya naik Rp 500 rupiah menjadi Rp 2500 rupiah unuk satu kilogramnya. Tembakau yang dikirimkan kepada kedua tempat ini, merupakan tembakau basah yang dapat langsung diolah dan dikeringkan. 

Alasan Memilih Garit dan Sumedang
Tentunya harga yang murah tersebut pun, akan diimbangi dengan banyaknya pasokan yang dirikim. Sehingga keuntungan tetap bisa didapatkan, selama pasokan tembakau hitam terus tersedia. Apalagi dengan keuntungan mengirimkan tembakau hitam dari Ciamis ke luar negeri, bisa menambah keuntungan dari bisnis tembakau hitam ini.

Tarya memilih untuk menjual tembakau hitamnya ke  wilayah Garus dan Sumedang karena beberapa faktor, alasan utamanya adalah karena tersedianya alat pengolahan dan memiliki tempat penyimpanan untuk tembakau basah. Sehingga dengan mengirimkan tembakau basah ke dua tempat tersebut, pemasok pun bisa tenang dan tidak perlu khawatir dengan penyalahgunaan tembakau. 

Saat ini, jumlah petani tembakau di kawasan Ciamis telah mencapai angka 30 kelompok. Jumlah tersebut tidak hanya berada dalam satu lokasi saja, 30 kelompok tersebut merupakan jumlah total dari kelompok yang tersebar di 10 kecamatan. Untuk total jumlah pembudidaya tembakau hitam Ciamis sendiri, mencapai angkar 655 orang. 

Naik Turun Bisnis Tembakau Hitam
Tentunya setiap bisnis akan mengalami berbagai rintangan, begitu pula degan usaha budidaya tembakau hitam. Saat ini peredaran rokok jenis kretek dan filter, merupakan jenis yang cukup digemari oleh masyarakat. Apalagi jenis ini pun dibandrol dengan harga yang murah, membuatnya menjadi faktor omset penjualan tembakau turun.

Berpindahnya penggunaan tembakau ke rokok jenis kretek atau filter, membuat pesanan tembakau hitam di sejumlah toko tembakau pun menjadi anjlok. Saat ini rokok murah sedang membanjiri pasaran, kondisi tersebut tentu mempengaruhi penjualan pada toko penyedia toko tembakau. 

Menurut penjual toko penyedia tembakau, banyak konsumen yang lebih setia untuk memilih rokok murah dibandingkan dengan tembakau. Tentu saja alasannya adalah murah dan kepraktisan rokok jeni kretek atau filter, dari alasan tersebut membuat konsumen untuk tembakau pun cukup terpengaruh. 

Saat ini, omset toko tembakau mengalami penurunan, akibat dari munculnya roko murah di pasaran. Memang dalam berbisnis tentu ada naik dan turun medan perjalanan, tentunya setiap pelaku usaha perlu mencari peluang serta kesempatan untuk terus bertahan dalam dunia bisnis. Meskipun mengalami penurunan, namun nyatanya tembakau hitam asal Ciamis masih diminati dan bahkan diserap oleh pasar luar negeri. 

Posting Komentar

0 Komentar