Semangat Khusnul Khatimah Arif, Guru di Daerah 3T yang Harus Melalui Jalanan Rusak Sambil Menggendong Bayi untuk Sampai ke Sekolah

Khusnul

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Karena jasa merekalah, kita bisa mendapatkan ilmu dan mengerti banyak hal. Namun di negeri ini, nasib guru masih terseok-seok meskipun sudah ada sertifikasi dan pemberian insentif untuk mereka. Masih banyak guru yang digaji sangat rendah. Tidak sedikit pula dari mereka yang harus berjuang berat demi bisa mengajar anak didiknya.

Nasib guru yang seperti ini banyak ditemukan di daerah perbatasan Indonesia, atau dikenal juga dengan daerah 3T yaitu daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Daerah ini letaknya jauh dari ibu kota negara. Beberapa di antaranya bahkan lebih dekat dengan pemerintahan negara tetangga. Karena berbagai alasan, daerah-daerah ini sulit dijangkau berbagai sarana prasarana termasuk di bidang pendidikan.

Khusnul Khatimah Arif merupakan seorang Guru Garis Depan (GGD). Dia bertugas di salah satu daerah 3T, yaitu di SMP 4 Pante Bidari. Sekolah menengah pertama ini terletak di Dusun Sijuk, Gampong Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur. Sedangkan dirinya tinggal di Kuta Binjei, Kecamatan Julok, Aceh Timur.

Setiap hari, Khusnul berangkat dengan membonceng suaminya naik motor. Dia juga harus mengajak serta bayinya ke sekolah karena tidak ada yang menjaganya. Medan yang dilaluinya termasuk berat, terutama saat musim penghujan. Tidak jarang dia harus turun dari motor dan berjalan kaki sambil menggendong buah hatinya melewati jalanan yang becek dan licin.

Meskipun harus melewati medan yang tidak mudah, hal ini tidak mematahkan semangat Khusnul untuk mengajar di SMP 4 Pante Bidari. Semangat ini muncul karena melihat para murid yang juga memiliki semangat untuk bersekolah dan menambah ilmu di sekolah tersebut. 

Rata-rata, murid di sekolah ini merupakan anak-anak suku Gayo. Bapak ibu mereka berprofesi sebagai petani. Dengan peralatan sekolah yang terbilang seadanya, mereka tetap bersemangat sekali untuk bersekolah.

Perjuangan Khusnul Khatimah Arif menempuh medan yang berat untuk sampai ke sekolah dibayar tuntas dengan minat belajar yang tinggi dari anak didiknya. Tanpa semangat tersebut, mungkin guru GGD ini akan berpikir dua kali untuk meluangkan waktu dan tenaganya melintasi jalanan rusak demi bisa ke sekolah.

Sosok guru di daerah 3T seperti Khusnul Khatimah Arif tidak hanya satu, tapi banyak. Mereka berjuang demi pendidikan yang merata di seluruh pelosok negeri. Meskipun dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki, hal itu tidak membuat mereka berhenti berjuang memberikan ilmu dan pendidikan yang layak.

Mereka adalah orang-orang yang memiliki semangat yang tinggi untuk pendidikan yang merata di Indonesia. Jangan sampai semangat mereka padam karena kurangnya perhatian dan apresiasi dari kita sebagai sesama warga negara yang lebih mampu. Anda bisa ikut mengapresiasi sosok inspiratif seperti Khusnul Khatimah agar tetap semangat dalam berjuang di jalannya.

Anda bisa meng#AwaliDenganKebaikan kecil untuk diri sendiri dan keluarga tercinta. Salah satu caranya dengan memiliki Produk Asuransi Syariah dari Allianz. Perusahaan Asuransi Syariah Indonesia dengan reputasi terbaik ini menawarkan produk asuransi dengan dua manfaat kebaikan sekaligus.

Kebaikan yang pertama adalah manfaat perlindungan untuk anda sekeluarga dari risiko kerugian finansial yang mungkin dialami. Kebaikan yang kedua adalah manfaat kebaikan yang akan dibagikan kepada lebih banyak orang yang membutuhkan melalui program sosial yang dijalankan oleh Allianz.

Program sosial ini dibiayai dari sebagian dana asuransi yang anda setorkan. Anda juga bisa berkontribusi lebih dengan memanfaatkan fitur wakaf yang disediakan Allianz.

Dengan cara ini, anda bisa melampaui dua tiga pulau sekaligus dalam sekali dayung. Anda memberi perlindungan untuk keluarga sekaligus menebar kebaikan ke orang-orang membutuhkan dan sosok inspiratif seperti Khusnul Khatimah Arif yang ada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar Indonesia.

Posting Komentar

0 Komentar